Siklus Menstruasi Terganggu? Psikiater RSUD Karawang Ungkap Bagaimana Stres Bisa Ubah Hormon Haid

Stres Bukan untuk Dihindari, tapi Dikelola agar Tak Rusak Hormon Reproduksi. Foto : Istimewa

KARAWANG, Jabartime.com – Kondisi stres ternyata tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga dapat memengaruhi siklus menstruasi perempuan hingga menyebabkan haid menjadi tidak teratur.

Dokter spesialis kejiwaan RSUD Karawang, dr. Gabriela Tantular, M.Biomed., Sp.Kj., mengatakan kondisi psikologis seseorang berkaitan erat dengan sistem hormon dalam tubuh, termasuk hormon reproduksi yang mengatur menstruasi.

Read More

“Kalau misalnya stres, berarti ada hormon yang meningkat. Nah, hormon itu yang akan mengganggu pelepasan hormon lain sehingga terjadilah penundaan menstruasi,” ujar Gabriela, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, dampak stres terhadap siklus haid tidak selalu sama pada setiap perempuan. Sebagian mengalami keterlambatan menstruasi, sementara yang lain justru bisa mengalami haid lebih cepat dari biasanya.

“Bisa menunda, bisa lebih cepat juga, tergantung respons tubuh masing-masing,” katanya.

Gabriela menjelaskan, stres dapat memicu perubahan hormon yang berpengaruh pada ritme tubuh, termasuk siklus menstruasi. Karena itu, perempuan perlu memahami bahwa kondisi emosional juga bisa berdampak pada kesehatan fisik.

Terkait penanganan, ia menegaskan penggunaan obat penenang tidak selalu dibutuhkan untuk mengatasi stres. Penanganan akan disesuaikan dengan tingkat gangguan yang dialami seseorang.

“Kalau sampai mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari biasanya dianjurkan minum obat. Tapi kalau masih bisa diatasi dengan olahraga atau sharing, belum tentu perlu obat,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya perempuan, untuk belajar mengelola stres dengan baik karena tekanan hidup sehari-hari tidak bisa sepenuhnya dihindari.

“Stres itu bukan untuk dihindari, tapi harus dikelola dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Gabriela, kemampuan mengatur respons terhadap masalah dan memilah prioritas menjadi langkah penting agar stres tidak berdampak lebih jauh terhadap kesehatan fisik maupun mental.

“Ketika kita punya kemampuan mengelola itu, stres bisa dikendalikan dengan baik,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *