Dokter Saraf Karawang Ini Tak Hanya Bedah, tapi Juga Edukasi Lewat Instagram dan Seminar

dr Ismail Muhammad Baselim, SpBS, F-NTB, FINSS, FICS. Foto: Istimewa

KARAWANG, Jabartime.com – Bidang bedah saraf dikenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Namun, bagi dr Ismail Muhammad Baselim, SpBS, F-NTB, FINSS, FICS, setiap tantangan justru menjadi jalan pengabdian.

dr Ismail Muhammad Baselim merupakan lulusan program spesialis bedah saraf Universitas Padjajaran (Unpad) yang kini aktif sebagai dokter spesialis bedah saraf di RS Lira Medika dan RS Hermina Karawang.

Ia tak hanya fokus di ruang operasi, tetapi juga aktif menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Penanganan pasien saraf itu tidak hanya soal tindakan bedah. Edukasi, rehabilitasi, dan perubahan gaya hidup adalah bagian penting dari proses penyembuhan jangka panjang,” kata dr Ismail, Senin (29/7/2025).

Menurutnya, keluhan paling banyak saat ini adalah nyeri punggung dan saraf kejepit akibat gaya hidup sedentari, postur tubuh yang buruk, dan stres. Namun, banyak masyarakat menunda berobat atau memilih pengobatan alternatif yang tidak terbukti ilmiah sehingga kondisi sering kali sudah parah saat datang ke dokter.

Sebagai seorang spine enthusiast, dr Ismail memanfaatkan media sosial untuk edukasi kesehatan saraf. Melalui akun Instagram @baselim, dia rutin membagikan tips postur tubuh, pencegahan saraf kejepit, dan penanganan gangguan tulang belakang.

“Edukasi tidak cukup hanya lewat seminar atau brosur. Media sosial adalah ruang strategis untuk menjangkau generasi muda dan masyarakat yang kadang ragu datang ke rumah sakit,” ujarnya.

Kompetensi dr Ismail telah diakui secara nasional dan internasional. Dia menyandang gelar kehormatan F-NTB (Fellow of Neurotrauma Board), FINSS (Fellow of Indonesian Society of Spine Surgery), dan FICS (Fellow of the International College of Surgeons).

Dalam waktu dekat, dr Ismail menjadi pembicara utama seminar medis bertajuk “Unlocking the Spine” di RS Lira Medika Karawang. Acara ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan nyeri punggung, saraf kejepit, dan rehabilitasi postural.

“Kami akan membahas teknik terkini penanganan gangguan tulang belakang, termasuk strategi gerak, latihan sederhana, dan pendekatan konservatif. Ini penting untuk menekan angka kasus kronis,” jelasnya.

Seminar ini bekerja sama dengan PFNI (Perhimpunan Fisioterapi Nasional Indonesia) serta didukung Kementerian Kesehatan RI. Peserta juga mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) untuk pengembangan karier dan sertifikasi profesi.

“Saya mengajak tenaga kesehatan memanfaatkan kesempatan ini. Selain mendapat ilmu baru, seminar ini menjadi wadah kolaborasi antarprofesi,” ucapnya.

Melalui praktik medis, edukasi digital, dan seminar, dr Ismail Muhammad Baselim berkomitmen membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan saraf.

“Ilmu pengetahuan dan empati adalah kombinasi penting dalam dunia medis. Saya akan terus menyuarakan pentingnya kesadaran akan kesehatan saraf baik di rumah sakit, ruang kelas, maupun ruang digital,” pungkasnya.

Writer: Yogi Kurnia
Editor: Frizky Wibisono

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *