KARAWANG, Jabartime.com – Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Karawang mencatat sebanyak 83 kejadian kebakaran selama periode Januari hingga Mei 2025. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu hingga akhir Juni.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Rohmat Ilyas, menjelaskan bahwa pendataan dilakukan setiap bulan dan terus diperbarui.
“Jadi pendataan di tahun 2025 mulai dari januari hingga Mei itu ada 83 kejadian. Jadi untuk yang per Juni ini ada beberapa kebakaran belum tercatat. Per bulan kita buat datanya, jadi kemarin masih berjalan sampai Mei,” ujar Rohmat, Rabu (25/06/25).
Ia juga menjelaskan, untuk wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi masih didominasi kawasan perkotaan.
“Sejauh ini yang paling banyak masih di wilayah Karawang Barat, Karawang Timur, termasuk Telukjambe itu yang paling sering terjadi kebakaran,” ucapnya.
Ia juga mengakui bahwa hingga kini penentuan penyebab kebakaran masih menjadi tantangan. Banyak kejadian yang dilaporkan setelah api sudah membesar, sehingga petugas sulit mengidentifikasi asal muasal api secara akurat.
“Kalau sudah sampai ke Damkar, biasanya kejadiannya sudah berlangsung. Jadi untuk menentukan penyebab pasti itu sulit, apalagi kalau tidak ada saksi awal di tempat kejadian,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan awal.
“Kalau warga tahu ada potensi kebakaran, misalnya korsleting atau tungku ditinggal, penanganan awal itu penting. Karena kalau sudah besar, biasanya sudah terlambat,” katanya.
Dengan banyak nya kejadian kebakaran di setiap tahun nya, Damkar Karawang juga terus menggencarkan edukasi masyarakat lewat program Kartika (Keluarga Responsif terhadap Bahaya Kebakaran), terutama di wilayah perumahan. Namun keterbatasan anggaran menjadi kendala perluasan jangkauan kegiatan.
“Kita juga sering adakan sosialisasi, tapi ya seadanya aja. Karena tau sendiri di kita itu anggarannya sangat terbatas,” ungkapnya.
Selain sosialisasi, Damkar Karawang juga mendorong desa-desa agar memanfaatkan dana desa untuk pengadaan alat kebencanaan seperti APAR.
“Idealnya, satu RT punya satu alat pemadam. Bahkan kalau bisa satu rumah satu. Itu akan sangat membantu ketika ada kejadian,” imbuhnya.
Rohmat juga mengimbau masyarakat agar sigap saat terjadi kebakaran dan segera melapor ke Damkar.
“Kami minta masyarakat juga beri akses jalan saat mobil damkar lewat. Dan yang lihat kejadian, langsung lapor. Jangan tunggu yang punya rumah,” pungkasnya.





