KARAWANG, Jabartime.com – Harga berbagai jenis sayuran di Pasar Tuparev Karawang mengalami kenaikan drastis hingga mencapai 100 persen. Kenaikan ini disebut-sebut sebagai imbas dari kebijakan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang sempat memicu aksi demonstrasi para sopir angkutan barang beberapa waktu lalu.
Deden (50), salah satu pedagang sayur di pasar Tuparev Karawang mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi hampir pada semua jenis sayuran, terutama saat aksi demo besar-besaran berlangsung.
Akibat terganggunya distribusi sayur dari daerah perkebunan, harga melambung tinggi dan suplai menjadi terbatas.
“Semua jenis sayur naik, kurang lebih 70 persen. Bahkan ada yang lebih. Misalnya bawang daun, biasanya saya beli Rp15.000, kemarin sempat sampai Rp50.000. Cabe dan bawang juga ikut naik. Waktu itu pengangkutan susah karena dampak demo ODOL, jadi pasokan dari daerah perkebunan tersendat,” ujar Deden, Senin (23/6/2025).
Meskipun saat ini kondisi angkutan mulai membaik, Deden menyebut bahwa harga belum sepenuhnya kembali normal. Ia memperkirakan kondisi saat ini baru pulih sekitar 40 persen, namun belum cukup untuk mengembalikan daya beli konsumen seperti sedia kala.
“Agak mendingan sekarang, sudah turun-turunan. Tapi belum bisa dibilang normal. Daya beli masyarakat juga ikut menurun karena harga mahal,” tambahnya.
Deden juga berharap agar pemerintah mengevaluasi kebijakan ODOL agar tidak merugikan masyarakat kecil, khususnya pedagang dan konsumen yang terdampak langsung akibat terganggunya distribusi barang kebutuhan pokok.
“Kalau bisa jangan diberlakukan lah ODOL itu. Imbasnya ke masyarakat kecil. Kalau harga naik, otomatis konsumsi juga turun. Daya beli masyarakat jadi berkurang,” keluhnya.
Kebijakan ODOL sendiri diberlakukan pemerintah untuk menertibkan angkutan barang yang melebihi kapasitas, demi keselamatan dan menjaga infrastruktur jalan.
Namun, pelaksanaannya masih menuai kontroversi karena berpengaruh pada kelancaran logistik, terutama sektor pangan.





