Gangguan Server Hambat Pendaftaran Siswa Baru di SMAN 2 Karawang

Panitia SPMB SMAN 2 Karawang, Robby Sopian. (Foto: Jabartime.com/Yogi Kurnia)

KARAWANG, Jabartime.com – Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 2 Karawang terganggu parah akibat masalah server yang terus-menerus error hingga hari kedua pelaksanaan. Akibatnya, panitia hanya mampu memproses dua pendaftar dari sekitar 50 orang tua yang datang langsung ke sekolah untuk berkonsultasi.

Gangguan sistem terjadi sejak pukul 08.00 WIB pagi, Rabu (11/6/2025), dan baru mulai pulih menjelang sore hari. Panitia di sekolah pun kesulitan membantu masyarakat karena sistem pendaftaran online tidak bisa diakses dengan baik.

“Mulai pagi sampai sore server tidak bisa berjalan. Baru sekitar pukul 14.57 WIB sistem mulai lancar. Tapi sejak jam 8 pagi, kami baru berhasil mendaftarkan dua siswa,” kata Robby Sopian, Rabu (11/06/25) panitia SPMB SMAN 2 Karawang.

Robby menjelaskan bahwa kendala muncul di tahap akhir, tepatnya saat menekan tombol “daftar” yang hanya menampilkan proses loading berkepanjangan. Sementara itu, pengisian data seperti biodata dan alamat tidak mengalami hambatan berarti.

Kondisi ini membuat banyak orang tua yang datang langsung merasa kecewa karena tidak mendapat bantuan maksimal. Namun, sebagian besar tetap memahami bahwa persoalan bukan berasal dari pihak sekolah.

“Mereka sangat bergantung kepada kami. Antusiasme tinggi karena ada kekhawatiran salah langkah dalam proses pendaftaran. Kami sampaikan bahwa gangguan berasal dari pusat, bukan dari sekolah,” jelas Robby.

Masalah serupa juga terjadi pada hari pertama pendaftaran, Selasa (10/6/2025). Bahkan saat itu, gangguan sudah terjadi sejak tahap awal pengisian biodata.

Robby berharap Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat dapat segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur dan sistem SPMB, agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Kami tetap mengapresiasi kinerja dinas, tapi mohon ke depan infrastruktur dipersiapkan lebih baik. Masalah seperti ini sudah sering terjadi, bukan kali pertama,” ujarnya.

Sebagai bentuk antisipasi, panitia menyarankan orang tua untuk mencoba mengakses sistem dari rumah pada malam hari, saat trafik lebih rendah. Jika gangguan berlanjut, panitia berencana membawa pulang berkas pendaftaran untuk diproses di luar jam kerja.

“Kami juga sudah menyampaikan keluhan ini secara resmi ke Dinas Pendidikan Jawa Barat, meski sejauh ini belum ada perbaikan signifikan,” tambahnya.

Robby menilai, di tengah era digitalisasi, seharusnya sistem pendidikan sudah mampu mengantisipasi lonjakan trafik seperti saat SPMB berlangsung.

“Apalagi di era sekarang, tuntutan pelayanan cepat dan efisien sangat tinggi. Kami berharap Disdik lebih serius memperhatikan kesiapan infrastruktur IT agar tahun depan tidak terjadi lagi hal serupa,” tegasnya.

Meski pelayanan belum maksimal, Robby mengapresiasi sikap masyarakat yang tetap tenang dan tidak menyalahkan pihak sekolah secara langsung.

“Kekecewaan pasti ada, tapi alhamdulillah masyarakat paham. Kami percaya pada Dinas Pendidikan dan menghargai setiap usaha mereka,” pungkasnya.

Writer: Yogi Kurnia
Editor: Frizky Wibisono

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *