KARAWANG, Jabartime.com – Hutan Kota Karawang terus menunjukkan peran strategisnya sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan hidup. Di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, area seluas 4,5 hektare ini kini diperluas sekitar 1 hektare sebagai area persemaian untuk menunjang pengembangan keanekaragaman hayati.
Kepala Bidang Taman DLH Karawang, Dede pram menyatakan bahwa hutan kota tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai pusat pembibitan tanaman yang hasilnya dibagikan gratis kepada masyarakat.
“Target kita ada 20 ribu bibit, tapi itu kita lakukan secara bertahap. Sampai saat ini sudah ada 78 jenis tanaman yang tertanam dan sekitar 10 ribu bibit tersedia di stok kami,” ujarnya, Jumat (23/05/25).
Ia juga mengatakan untuk masyarakat yang ingin mendapatkan bibit hanya perlu bersurat ke DLH Karawang. Setelah pengajuan disetujui, bibit bisa diambil sesuai kebutuhan. Namun, Dede mengimbau agar masyarakat menyiapkan media tanam terlebih dahulu.
“Sebernya muda masyarakat tinggal besurat lalu ambil, tapi tolong sediakan dulu media tanamnya supaya bibitnya tidak sia-sia. Dan saat menanam, tolong diekspos, supaya menginspirasi yang lain,” katanya.
Dia mengatakan, bibit yang dihasilkan tidak hanya disebarkan di Karawang, tetapi juga diekspor ke daerah lain seperti Bandung. Beberapa sekolah, desa, dan kecamatan telah menjadi penerima manfaat dari program ini, dengan total sekitar 5.000 bibit yang telah dibagikan.
Selain pembibitan, Hutan Kota Karawang kini juga memproduksi pupuk organik dari sampah daun hasil pemangkasan dan limbah taman kota.
“Kita juga sudah mengembangkan persemaian bibit tanaman dan sekarang bergerak ke edukasi sekolah,” tambah Dede.
Program edukasi ini melibatkan sekolah-sekolah Adiwiyata dan saat ini tengah disusun jadwal kunjungan. “Saya ingin mereka belajar ke sini, lalu pulang bawa bibit,” ujarnya antusias.
Tak hanya itu, beberapa perguruan tinggi juga mulai melakukan penelitian di hutan kota, termasuk soal pengolahan kompos dan serapan karbon dari vegetasi yang ditanam.
Meski belum banyak kolaborasi resmi, Hutan Kota Karawang kini telah menjadi objek penelitian dan pengembangan lingkungan. Tanaman yang dikembangkan pun mencoba merepresentasikan keanekaragaman khas daerah.
“Target kita bukan hanya luas lahannya, tapi pengembangan keanekaragaman hayati. Salah satunya dengan memperbanyak jenis tanaman.,” tutupnya.





