Limbah Sisa Pabrik Disulap jadi Produk Bernilai Tinggi Hingga Jadi Perhatian Tokoh Nasional

Tes Kualitas Bahan Produk Karrasi19. (Foto: Jabartime.com/Yogi Kurnia)

KARAWANG, Jabartime.com – Siapa sangka limbah sisa pabrik bisa disulap menjadi produk bernilai tinggi dan menghasilkan omzet hingga ratusan juta perbulan. Inilah yang dibuktikan Supriadi (49) seorang pengrajin kriya asal Karawang, Jawa Barat, lewat brand lokal ciptaannya yang ia beri nama Karassi19.

Berawal dari keterpurukan ekonomi saat pandemi Covid-19, Supriadi memutar otak untuk tetap bertahan. Ia membeli limbah sisa bahan jok mobil dan mengolahnya menjadi produk kriya premium yang tahan api dan anti sobek, seperti tas, sajadah, topi koboi, hingga sofa dan bantal.

“Ini bukan barang bekas, tapi bahan sisa produksi yang saya olah ulang. Dulu dianggap sampah, sekarang jadi barang bernilai tinggi,” ujarnya, Rabu (21/05/25) kepada Jabartime.com.

Tanpa strategi pemasaran canggih, hanya dengan pendekatan door to door, Supriadi mampu mencetak omzet antara 100 hingga 150 juta rupiah per bulan, dengan volume penjualan mencapai 3.000 produk.

“Satu orderan bisa sampai 35 juta. Itu belum maksimal karena baru jualan langsung. Sekarang sudah mulai merambah penjualan online,”ungkapnya.

Produk Karrasi19 telah menarik perhatian tokoh-tokoh nasional seperti Sandiaga Uno, Desy Ratnasari, hingga Rano Karno. Bahkan, produk ini juga telah diekspor ke Belanda, Kazakhstan, dan Italia.

Kini, Supriadi telah memberdayakan 30 warga sekitar untuk ikut memproduksi kriya berbahan limbah tersebut. Melalui Karrasi19, ia tidak hanya menciptakan produk berkualitas, tetapi juga membuka lapangan kerja.

“Motivasi saya sejak awal adalah ingin bantu orang lain di tengah krisis. Selama ada ide dan kemauan, produk lokal bisa bersaing dan jadi kebanggaan,” tegasnya.

Writer: Yogi Kurnia
Editor: Frizky Wibisono

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *