KARAWANG, JABARTIME.COM – Perum (Badan Usaha Logistik), BULOG berhasil meningkatkan produktivitas panen padi melalui program huluisasi yang dilakukan dalam kerangka Program Mitra Tani.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Melalui optimalisasi lahan idle milik BULOG seluas 5,5 hektare di Kepuh dan 3 hektare di Cikalong, Kabupaten Karawang, lahan yang sebelumnya tidak tergarap kini disulap menjadi sawah produktif.
Budidaya pertanian tersebut dijalankan bersama petani penggarap lokal dan didampingi tenaga agronom dari PT Prima Agro Tech, menjadikan proyek ini sebagai showcase pertanian berkelanjutan.
Musim tanam ke-2 yang dimulai sejak Desember tahun lalu kini memasuki masa panen. Inovasi penggunaan pupuk organik kalium humid terbukti meningkatkan kualitas tanah, mengurangi kebutuhan pupuk sintetis, serta mendongkrak produktivitas panen.
Hasil pengubinan dari BPS Karawang mencatat peningkatan signifikan, yakni dari 3,1 ton/ha pada musim sebelumnya menjadi sekitar 7,1 ton/ha.
“Hasil ubinan BPS menunjukkan produktivitas panen naik dua kali lipat dibanding musim sebelumnya. Teknologi ini akan kami terapkan di lahan budidaya lainnya,” ujar Sopran Kenedi, Plh. Ketua PMO Mitra Tani Perum BULOG.
Saat ini, PMO Mitra Tani tengah mengembangkan pilot project budidaya padi seluas 7.087 hektare di berbagai wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, hingga Merauke dengan skema budidaya mandiri, kemitraan, dan offtaker.
Untuk menjamin keberhasilan proyek budidaya, PMO Mitra Tani menjalin kerja sama dengan farm management dan penyedia asuransi pertanian, baik indemnity maupun parametrik.
“Asuransi kami terapkan agar risiko gagal panen bisa diminimalisir dan petani tetap memiliki modal untuk musim tanam berikutnya,” jelas Kenedi.
Hasil panen diserap langsung oleh Tim Jemput Gabah BULOG Cabang Karawang, yang kemudian diproses menjadi beras cadangan pemerintah di Sentra Penggilingan Padi (SPP) dan Mitra Pangan Pengadaan (MPP) di Karawang.
“Sinergitas huluisasi dari budidaya, penyerapan hasil panen, hingga pengolahan beras adalah bukti konkret komitmen BULOG dalam mendukung swasembada pangan melalui optimalisasi lahan idle,” ungkap Mohamad Alexander, Pemimpin Wilayah BULOG Jawa Barat.
Hingga saat ini, BULOG Jawa Barat telah menyerap 311.583 ton gabah atau sekitar 55,71% dari target nasional, dengan harga pembelian sesuai HPP sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Petani lokal menyambut baik karena hasil panen mereka bisa langsung diserap BULOG dengan harga yang menguntungkan,” tambah Alexander.
BULOG Wilayah Jawa Barat berkomitmen untuk terus menyerap hasil panen petani hingga masa panen berakhir dan mendukung penuh sinergitas huluisasi PMO Mitra Tani.





