KARAWANG, JABARTIME.COM – Dalam rangka mendukung program Seratus Hari Kerja Bupati (SEHATI) Karawang, juga sekaligus peringati hari Kartini, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Karawang menggelar bakti sosial ‘Pelayanan KB MKJP’ yang di gelar pada, Kamis (24/04/2026).
Pelayan KB Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sendiri merupakan pelayanan yang menyediakan alat kontrasepsi yang efektif dan aman dengan masa perlindungan yang lama.
MKJP bertujuan untuk menunda, menjaranhkan, atau bahkan menghentikan kehamilan dengan cara yang aman dan efektif.
Pelayanan ini dilakukan secara serentak di sejumlah fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta. Salah satunya di Klinik Siti Azaria Karawang Timur, yang menjadi pusat kegiatan utama.
Ketua Pengurus Cabang IBI Karawang, Siti Komarianingsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun dan gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun.
“Untuk pelayanan nya sendiri kami menyediakan 2 pelayanan yaitu ada Intrauterin Device (IUD) dan Implan. Untuk IUD itu memiliki efektivitas hingga 10 tahun, sementara untuk implan bisa bertahan hingga 3 tahun.” ugkap Siti.
Siti juga mengatakan pada kegiatan ini, ada sebanyak 100 akseptor dari berbagai wilayah yang mendapat pelayanan.
“Tahun ini, sebanyak 100 akseptor dari wilayah Karawang Timur, Majalaya, dan Klari telah mendapatkan pelayanan,Komposisinya juga seimbang, 50 orang memilih IUD dan 50 lainnya memilih implan.” paparnya.
Namun, ia mengatakan ada dua peserta yang tidak bisa dilayani karena alasan medis. ia mengungkap hal tersebut bukan masalah besar, karena secara keseluruhan, pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuai target.
“Kami juga memberikan edukasi kepada akseptor terkait perawatan pasca pemasangan alat kontrasepsi. Misalnya tidak mengangkat beban berat, dan menghindari air di area pemasangan dalam beberapa waktu. Edukasi ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang, Hj Sopiah, juga menyampaikan bahwa target program Sehati untuk pelayanan alat kontrasepsi tahun ini memang difokuskan pada 100 akseptor.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan reproduksi dan pengendalian penduduk. Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari alat kontrasepsi jangka panjang,” jelas Sopiah.
Ia juga mengatakan, Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat dan diharapkan bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa memperluas jangkauan pelayanan kontrasepsi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dan bertanggung jawab,” tutupnya.





