KARAWANG, JABARTIME.COM – Berbeda dengan rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi perihal skema penanganan banjir di wilayah Karawang, khususnya di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat yang bakal dilakukan BBWS Citarum bersama Kementerian PUPR dan Pemkab setempat.
Pasalnya menurut BBWS, pihaknya akan membangun rumah pompa di sepanjang aliran Sungai Cibeet dan Citarum yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Karangligar dan sekitarnya.
Lain halnya dengan rencana Pemkab Karawang bakal membebaskan lahan seluas lebih kurang 6 hektare di sepanjang bantaran Cibeet dan Citarum agar air mengalir lancar ke arah hilir saat banjir datang.
“Pembebasan lahan itu agar aliran Cibeet dan Citarum tidak terhambat rumah warga dan pepohonan. Di lokasi itu juga akan dibangun tanggul agar air tidak mudah tumpah ke pemukiman saat bajir datang,”ungkap Bupati Karawang Aep Syaepuloh, usai menggelar buka bersama para awak media dan pejabat setempat, Jumat petang (7/2/2025).
Aep menyebut, sejak tahun 2024 silam skema itu sudah dibahas . Bahkan pihak BBWS sudah melakukan survey beberapa kali ke lokasi bertemunya aliran Cibeet dan Citarum di wilayah Karawang.
Aep Menjelaskan, berdasarkan hasil survey tersebut, Kementerian PUPR atas dorongan dari anggota DPR RI asal Katawang, Saan Mustopa, sudah menyetujui dibangunnya tanggiul dan rumah pompa untuk mengatasi banjir di Karawang.
“Insya Allah tahun 2025 ini juga, pihak BBWS bakal merealisasikan skema tersebut. Pak Mentri PUPR juga sudah menyetujui hal ini,” kata Aep.
Menurut Aep, Kepala BBWS Citarum, Dian Al’maruf, dua hari lalu kembali datang ke Karawan untuk mematangkan rencana itu. Pihaknya menyetujui pembangunan pintu air di muka anak Sungai Cidawolong agar luapan dari Cibeet tidak mengalir bebas ke Desa Karangligar.
Menyinggung anggaran, Aep menegaskan, biaya pembangunan rumah pompa ditannggung negara melalui Kementerian PUPR, sebesar Rp 128 miliar. Sementara pihak Pemkab Karawang akan menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas 6 hektare.
Bupati berharap melalui skema tersebut banjir di wilayah Karangligar yang sudah terjadi sejak belasan tahun silam, segera teratasi. Apalagi, pada tahun yang sama bakal dibangun pula dua bendungan di hulu Sungai Cibeet.
“Jadi dengan adanya bendungan di hulu Cibeet, air hujan yang turun di bagian hulu tidak langsung mengalir ke sungai, tepi akan tertampung oleh bendungan,” katanya.
Sementara diberitakan sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menjajikan akan membangun 1000 rumah panggung untuk warga Desa Karangligar. Hal itu dilakukan agar warga Desa itu tidak terus menerus mengungsi ketika rumahnya kebanjiran.
Janji Dedi dikatakan di hadapan sebagian warga yang tengah mengungsi di Masjid Al-Ikhlas, Dusun Pangasinan, Desa Karangligar. Dedi bahkan memvideokan sendiri janjinya dan telah diunggah di sejumlah akun media sosial.
“Pemprov Jabar Tahun ini juga akan membangun 1000 rumah panggung setinggi 2,5 meter. Dengan demikian warga tidak harus terus menerus mengungsi,”ujarnya ketika itu.
Bahkan Dedi meminta persetujuan warga dan menekankan jangan ada penolakan ketika rencananya akan direalisasikan.





