Tak Hanya Tekan Inflasi, Pemkab Karawang Perkuat Ketahanan Pangan Lewat GPM

Pemkab Karawang jaga stabilitas harga pangan dan cegah inflasi lewat program GPM. Foto : Khayla Nazwa Kinanti

KARAWANG, Jabartime.com – Pemerintah Kabupaten Karawang terus memperkuat upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah dinamika inflasi serta fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Salah satu langkah yang dioptimalkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari Program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang, Dadan, mengatakan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pangan melalui Program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang di Kabupaten Karawang difokuskan pada komoditas beras dan dijalankan melalui Gerakan Pangan Murah.

“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pangan melalui Program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dari Badan Pangan Nasional. Di Kabupaten Karawang, program ini difokuskan pada komoditas beras dan digerakkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),” ujar Dadan.

Menurutnya, selain menggelar GPM, pihaknya juga rutin melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke sejumlah pasar tradisional untuk memantau perkembangan harga sekaligus mengantisipasi lonjakan harga akibat permainan distribusi.

“Kita melakukan Gerakan Pangan Murah atau GPM, juga melakukan sidak ke pasar-pasar. Jadi untuk menanggulangi inflasi,” katanya.

Dalam satu tahun, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan mampu menggelar sekitar 60 hingga 80 kegiatan GPM. Program tersebut juga diintegrasikan dengan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) saat Ramadan serta Gebyar Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di 30 kecamatan di Kabupaten Karawang.

Selain itu, monitoring harga pangan dilakukan secara berkala oleh petugas enumerator guna memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Tidak hanya berfokus pada stabilitas harga, pemerintah daerah juga memperkuat upaya peningkatan kualitas konsumsi pangan masyarakat,” katanya.

Melalui Gerakan Pangan Lokal, dinas menggandeng kader PKK dan Posyandu untuk mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi pangan bergizi berbasis potensi lokal sebagai salah satu langkah pencegahan stunting.

“Ke depan, kita juga akan menggulirkan program Stop Boros Pangan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar lebih bijak dalam mengelola serta mengonsumsi makanan,” pungkasnya.

Writer: Khayla Nazwa Kinanti/Mg
Editor: Iqbal Maulana Bahtiar

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *