KARAWANG, Jabartime.com – Libur sekolah yang biasanya identik dengan sepinya pedagang di lingkungan sekolah justru membawa berkah bagi Agus, pedagang cimin yang mangkal di depan SDN Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Dikatakan Agus, Selama masa liburan, omzet dagangannya justru lebih baik dibandingkan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Lanjutnya, kondisi tersebut terjadi karena saat sekolah aktif para siswa lebih banyak membeli jajanan di kantin sekolah. Sebaliknya, ketika libur sekolah, pembelinya didominasi masyarakat umum yang melintas di sekitar lokasi.
“Buat saya, libur sekolah justru jadi panglaris. Pendapatan tetap stabil, bahkan lebih baik dibandingkan saat anak-anak masuk sekolah,” ujar Agus, Jumat (3/7/2026).
Pedagang yang telah berjualan sejak 2020 itu mengaku tidak terlalu bergantung pada pembeli dari kalangan pelajar. Menurutnya, pelanggan dari masyarakat umum menjadi penopang utama usahanya selama masa liburan.
“Kalau pada saat sekolah kantin kan buka. Dari hampir 600 murid, yang jajan sama saya paling enam sampai sepuluh orang saja,” katanya.
Agus menjelaskan, saat sekolah libur, pembelinya justru berasal dari pengendara maupun warga yang melintas di depan lokasi dagangnya.
“Yang beli mah orang umum aja, yang lewat,” tuturnya.
Ia mengaku telah berjualan di lokasi tersebut selama hampir enam tahun. Selama itu pula, berbagai kondisi pernah dilaluinya, termasuk saat pandemi COVID-19 yang membuat banyak pedagang mengalami penurunan omzet.
Namun, Agus memilih beradaptasi dengan memperpanjang jam operasional hingga malam hari. Strategi tersebut membuat usahanya tetap bertahan karena banyak warga yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari.
“Kalau yang lain banyak yang mengeluh, saya alhamdulillah. Saya dagang dari siang sampai malam, sampai jam 11 malam. Waktu sekolah daring, anak-anak banyak keluar malam, jadi lumayan,” ujarnya.
Menurut Agus, keberadaan pelanggan dari masyarakat umum menjadi alasan usahanya tetap berjalan stabil, bahkan saat sekolah sedang libur. Ia berharap kondisi tersebut terus bertahan sehingga usahanya tetap menjadi sumber penghasilan bagi keluarga.
“Rezeki itu sudah ada yang mengatur. Yang penting saya tetap buka dan melayani pembeli. Ternyata libur sekolah juga bisa jadi berkah buat pedagang kecil seperti saya,” tutup Agus.





