Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar Karawang Masih Tinggi, Orang Tua Diminta Waspada

Ganja sintetis masih mendominasi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Karawang. Foto : Amanda Dilah Hawani

KARAWANG, Jabartime.com – Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Kabupaten Karawang masih menjadi perhatian serius. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karawang mencatat ganja sintetis atau ganja sinte masih menjadi jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan oleh remaja, disusul obat keras tertentu seperti PCC, Tramadol, Trihexyphenidyl (Trihex), dan Eksimer.

Kepala Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Karawang, M. Khoirul Anam, mengatakan tren penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih terus terjadi dari tahun ke tahun dan mayoritas melibatkan pelajar.

Read More

“Kalau peningkatan masih ada dari tahun ke tahun. Yang lebih didominasi itu anak-anak pelajar. Barang yang digunakan kebanyakan obat keras tertentu, sedangkan untuk narkotika lebih banyak ganja sintetis atau ganja sinte,” kata Anam saat diwawancarai, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan data rehabilitasi BNNK Karawang, sepanjang 2025 terdapat 19 remaja yang menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba. Sementara hingga Juni 2026, sudah tercatat tiga remaja menjalani rehabilitasi, dengan mayoritas merupakan penyalahguna ganja sintetis.

Anam menjelaskan ada tiga faktor utama yang menyebabkan remaja rentan terjerumus penyalahgunaan narkoba, yakni kondisi keluarga, lingkungan pergaulan, dan faktor pribadi atau psikologis.

“Remaja yang mengalami tekanan mental, stres, atau menjadi korban perundungan terkadang mencari pelarian dengan menggunakan narkoba atau obat keras tertentu. Padahal, jika mengalami masalah psikologis, sebaiknya berkonsultasi dengan konselor, psikolog, atau psikiater agar mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi keluarga yang tidak harmonis atau broken home, lingkungan yang rawan peredaran narkoba, hingga tekanan mental menjadi penyebab yang paling sering ditemui dalam kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan obat keras tanpa pengawasan tenaga medis dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan. Karena itu, peran orang tua dinilai sangat penting untuk mengawasi pergaulan, memahami kondisi psikologis, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak.

Selain itu, Anam mengajak para remaja untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif agar tidak mudah terpengaruh lingkungan yang buruk.

“Kalau merasa tidak mampu mengubah lingkungan atau teman yang menggunakan narkoba, lebih baik menjauh. Masih banyak lingkungan dan teman yang bisa membawa ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *