KARAWANG, Jabartime.com — Takut rumahnya roboh, pasangan suami istri Soma (55) dan Ani (51) warga Desa Sempalan, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang terpaksa mengungsi. Pasalnya, rumah yang sudah puluhan tahun ditempati sudah memprihatinkan dan terancam ambruk. Rumah yang seluruhnya dari bilik itu sudah lapuk dan sebagian dinding penuh lubang.
Menurut Ani dia bersama suami dan dua anaknya terpaksa mengungsi di kerabat terdekat. Ini lantaran rumah yang ditinggali bersama keluarganya terancam roboh. Seluruh bangunan dibuat dari bilik bambu namun karena sudah puluhan tahun rumah tersebut sekarang reyot. Untuk memperbaiki rumah tidak punya uang karena suaminya hanya buruh serabutan.
“Tidak ada uang untuk memperbaiki rumah karena uang dari suami cukup untuk makan dan sekolah anak-anak. Seringnya malah kekurangan uang,” kata Ani, Senin (12/1).
Keterbatasan ekonomi menjadi alasan kondisi rumah semakin reot dan penuh lubang disetiap dinding. Bilik yang sudah rapuh tidak diganti karena tidak punya uang. Namun lama kelamaan bangunan rumah mulai miring dan dinding rumah bolong.
“Sudah tidak layak kami tinggal dirumah ini berbahaya juga buat anak- anak makanya kami ngungsi,” katanya.
Ani mengatakan dia pernah mendengar kabar akan menerima.bantuan perbaikan rumahnya melalui program Rutilahu (rumah tidak layak huni) dari.pemerintah. namun ditunggu- tunggu tidak juga terealisasi hingga akhirnya dia dan keluarga mengungsi.
“Kami tidak bisa lagi bertahan lama tinggal dirumah karena bangunan sudah miring,” katanya.
Menurut Ani rumahnya sempat di foto- foto oleh orang yang mengaku petugas dari pemerintah. Namun setelah itu sudah tidak ada kabar lagi sampai.akhirnya pindah.
“Belum ada bantuan. Padahal sudah di foto – foto tapi gak ada kelanjutan,”katanya.





