KARAWANG, Jabartime.com – M Kholil Rahman resmi dilantik sebagai Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Fordesta) Kabupaten Karawang periode 2026-2029. Kepengurusan baru tersebut dikukuhkan dalam kegiatan penguatan organisasi yang digelar di Lawasan Caraka, Kecamatan Tempuran, Senin (23/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karawang Abas Sudrajat beserta jajaran, Ketua Forum Desa dan Kampung Wisata (Fordeka) Jawa Barat Denni Anwar, pengelola desa wisata, serta sejumlah kepala desa.
Kholil mengatakan pengukuhan Fordesta merupakan tindak lanjut Surat Keputusan (SK) Bupati Karawang yang diterbitkan pada Februari 2026. Selain pelantikan pengurus, kegiatan juga diisi dengan penguatan kapasitas melalui materi strategis dari pengurus dan pembina desa wisata Jawa Barat.
“Pengukuhan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi momentum untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam pengembangan desa wisata di Karawang,” kata Kholil.
Menurutnya, saat ini Karawang baru memiliki delapan desa wisata yang telah ditetapkan melalui SK Bupati, yakni Karangjaya, Pangulah Utara, Cicinde Utara, Kamojing, Curug, Cintalaksana, dan Sedari.
Fordesta, kata dia, akan fokus mendorong penambahan jumlah desa wisata sekaligus memperkuat paket wisata yang menjadi pembeda antara desa wisata dan objek wisata biasa.
“Paket wisata menjadi indikator penting dalam penilaian desa wisata, mulai dari rintisan, berkembang, maju hingga mandiri. Dampaknya juga besar terhadap UMKM, petani, dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Kholil menilai keberadaan Lawasan Caraka di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tempuran, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata yang terintegrasi dengan potensi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Lawasan Caraka dapat menjadi magnet wisata baru yang melibatkan seniman, budayawan, dan masyarakat desa sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan Fordesta akan mendorong regulasi paket wisata melalui rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Karawang. Selain itu, pihaknya akan menggandeng sekolah-sekolah agar desa wisata menjadi tujuan kegiatan outing class.
“Kita fokus dulu pada pasar lokal. Jangan sampai masyarakat Karawang sendiri belum mengenal paket wisata yang dimiliki desa-desa wisata di daerahnya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Fordeka Jawa Barat Denni Amar mengatakan pembentukan Fordesta menjadi langkah penting dalam menjembatani komunikasi antardesa wisata dengan pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Karawang tidak hanya dikenal sebagai daerah industri, tetapi juga memiliki potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang sangat besar untuk dikembangkan,” kata Denni.
Menurutnya, tantangan pengembangan desa wisata masih berkaitan dengan sumber daya manusia dan pemahaman peran masing-masing pihak, baik pemerintah desa, forum maupun pengelola desa wisata.
“Kami akan terus mendampingi forum dan desa wisata di Karawang agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Kepala Disparpora Karawang Abas Sudrajat berharap kepengurusan baru Fordesta mampu menghadirkan semangat baru dalam pengembangan pariwisata berbasis desa.
“Dengan dikukuhkannya kepengurusan Fordesta yang baru ini kami berharap dapat memberikan semangat baru dan mampu menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Abas.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Karawang menargetkan penambahan desa wisata sampai berakhir RPJMD Bupati Karawang 30 desa wisata.
Sementara untuk tahun ini sudah ada 5 embrio desa wisata yang diajukan untuk d tetapkan menjadi desa wisata.
“Sebagaimana target kita, hingga akhir RPJMD ada 30 desa wisata baru di Karawang,” pungkasnya.





