KARAWANG, Jabartime.com – Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan upaya pencegahan kebakaran dengan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah maupun tempat usaha. Sebab, sebagian besar peristiwa kebakaran berawal dari api kecil yang sebenarnya masih bisa dikendalikan.
Ketua Tim Bidang Pencegahan, Penanggulangan, dan Penyelamatan Damkar BPBD Kabupaten Karawang, Rudi Suwardi, mengatakan tindakan preventif menjadi kunci utama untuk mencegah kebakaran meluas.
“Semua kejadian kebakaran itu berawal dari api kecil, bukan langsung besar. Karena itu, tindakan preventif sangat penting. APAR akan sangat efektif digunakan ketika api masih dalam tahap awal,” kata Rudi, Senin, (27/7/2026).
Menurutnya, kepemilikan APAR sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 14 Tahun 2023 yang mewajibkan setiap bangunan memiliki sarana pencegahan kebakaran. Namun, penerapannya masih bergantung pada kesadaran masing-masing pemilik bangunan.
“Aturannya sudah ada, tetapi APAR merupakan perlengkapan milik pribadi sehingga kami tidak bisa memaksa masyarakat untuk membelinya. Yang bisa kami lakukan adalah terus memberikan edukasi agar masyarakat sadar pentingnya memiliki APAR,” ujarnya.
Rudi menegaskan, APAR bukan sekadar pelengkap atau untuk memenuhi aturan. Keberadaannya dapat menjadi penyelamat ketika muncul percikan api sebelum berubah menjadi kobaran besar yang sulit dikendalikan.
“Jangan menunggu api membesar baru panik mencari bantuan. Kalau sejak awal sudah ada APAR dan tahu cara menggunakannya, potensi kebakaran besar bisa dicegah,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, Bidang Damkar BPBD Karawang rutin menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan kebakaran. Kegiatan tersebut dilakukan melalui penyuluhan di berbagai tempat dengan melibatkan pengurus RT dan RW sebagai perpanjangan tangan pemerintah di lingkungan masyarakat.
Menurut Rudi, keterlibatan RT dan RW penting karena tidak mungkin petugas memberikan pelatihan secara langsung kepada seluruh warga Karawang.
“Kami menggandeng RT dan RW agar informasi tentang pencegahan kebakaran bisa diteruskan kepada masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang memahami langkah-langkah pencegahan sebelum terjadi kebakaran,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu musibah datang baru mempersiapkan alat keselamatan. Selain memiliki APAR, warga juga perlu memahami cara penggunaannya agar dapat bertindak cepat ketika terjadi kebakaran skala kecil.
“Cegah dan hindari bahaya kebakaran. Miliki alat pencegahan kebakaran dan pelajari cara menggunakannya. Penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu api membesar,” pungkas Rudi.





