KARAWANG, Jabartime.com — Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, proses pembebasan lahan untuk program normalisasi sungai dipastikan rampung. Bahkan siap mendukung target pelaksanaan proyek pompa air yang direncanakan selesai pada September mendatang.
Aep menargetkan pekerjaan fisik dapat diselesaikan pada Juni hingga Juli. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
“Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan dan alhamdulillah semuanya sudah clear. Kami juga dibantu oleh BPN, sehingga bantaran sungai yang akan dijadikan akses sudah dibebaskan,” terang Aep saat meninjau lokasi pengungsian di Desa Karangligar, Sabtu (24/01/25).
Lanjut Aep, program tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnya dalam upaya pengendalian banjir di Desa Karangligar. Koordinasi dengan BBWS dan kementerian terkait juga telah dilakukan.
“Di bulan Juli ini mudah-mudahan seluruh prosesnya bisa selesai,” ujarnya.
Terkait kondisi banjir, hingga saat ini tercatat sebanyak 21 kecamatan dan 53 desa di Kabupaten Karawang terdampak banjir. Pemantauan terus dilakukan sejak pagi hari oleh tim BPBD.
“Saya dari jam 9 pagi sudah di BPBD. Nanti sekitar jam 3 sore akan kami lakukan rapat untuk melihat perkembangan situasi sampai sore ini. Dari situ akan diputuskan apakah perlu menetapkan status tanggap bencana atau langkah lainnya,” jelasnya.
Aep menambahkan, pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan dan mengambil langkah cepat sesuai perkembangan situasi.





