Lapas Karawang Dorong Kemandirian Narapidana Lewat Produksi UMKM dan Pertanian

Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar. (Foto: Jabartime.com/Siti Jul Khoeryah)

KARAWANG, Jabartime.com — Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang tak hanya menjalani masa hukuman, tapi juga aktif menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Diungkapkan Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Christo Toar, selain menjalankan masa hukuman para warga binaan juga dilibatkan dalam kegiatan produksif mulai dari sektor umkm, pertanian, hingga perikanan.

Ia juga menyebut bahwa hasil dari kegiatan ini beraneka ragam, yakni, roti, kopi, beras dan sayur mayur dan dikelola secara sistematis dan dibagi untuk beberapa pihak.

“Untuk penghasilan penjualan sendiri, 10 persen untuk warga binaan, 40 persen masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan sebagian lagi disalurkan kepada keluarga warga binaan, khususnya dari hasil pertanian,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).

Untuk penjualannya sendiri dilakukan dengan berbagai cara, Produk roti dan kopi dijual secara internal di lingkungan lapas serta melalui pemesanan WhatsApp.

“Kalau harga, Roti dijual seharga Rp2.500 per bungkus, dan kopi seharga Rp15.000 per botol,” terangnya.

Sementara itu, lahan pertanian seluas 1,7 hektar menghasilkan sekitar 8 ton padi. Di sektor perikanan, terdapat lima kolam budidaya ikan koi dan lele. Dan ada juga perkebunan, disana warga binaan menanam berbagai sayuran seperti terong, sawi, dan pokcoy.

“Produk-produk hasil tani ini dipasarkan langsung di luar seperti supermarket,” tambah Christo.

Selain sebagai kegiatan produktif, hasil penjualan tersebut juga menjadi tabungan bagi warga binaan. Uang disimpan di rekening khusus dan hanya bisa diambil setelah mereka bebas.

Dan diharapkan, Program ini menjadi bagian dari pembinaan yang tak hanya memberi keterampilan, tapi juga memberdayakan warga binaan secara ekonomi dan membantu keluarga mereka di rumah.

“Tujuannya agar mereka memiliki bekal saat keluar nanti, baik keterampilan maupun simpanan,” pungkasnya.

Writer: Siti Jul Khoeryah
Editor: Frizky Wibisono

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *