Disparpora Karawang Gembleng 100 Pengurus OSIS, Fokus Bentuk Karakter dan Kepemimpinan

KARAWANG, Jabartime.com – Sebanyak 100 pengurus OSIS dari SMA/SMK negeri dan swasta se-Kabupaten Karawang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang tersebut berlangsung di kawasan Loji, Kecamatan Tegalwaru, pada 24-26 Agustus 2026.

Peserta berasal dari 74 SMA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Karawang. Setiap sekolah mengirimkan satu hingga tiga perwakilan siswa.

Kepala Disparpora Kabupaten Karawang, Abas Sudrajat, mengatakan LDKS digelar untuk membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemampuan kepemimpinan pelajar.

Menurutnya, pelaksanaan LDKS tahun ini memiliki perbedaan karena Disparpora melibatkan narasumber profesional untuk memberikan motivasi dan membekali peserta menghadapi berbagai tantangan kepemudaan.

“Yang berbeda tahun ini kita melibatkan narasumber yang profesional. Kami ingin memberikan stimulator dan penyemangat kepada adik-adik bagaimana menghadapi tantangan kepemudaan hari ini maupun masa mendatang agar mereka siap,” kata Abas, Senin (24/8/2026).

Salah satu narasumber yang dihadirkan yakni Muhammad Syauqi, COC, MLP, MOC, CEO & Founder VSB Corporation sekaligus Organizational Culture & Leadership Transformation Specialist serta Government & Corporate Advisor.

Usai menerima materi kepemimpinan, peserta mengikuti berbagai pelatihan selama tiga hari. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, pembinaan mental dan rohani serta kerja sama tim.

Peserta juga mengikuti latihan baris-berbaris, pengibaran bendera, dinamika kelompok, outbound dan team building. Untuk sejumlah kegiatan fisik, peserta didampingi unsur TNI dan Polri.

“Mereka akan dilatih bagaimana cara memimpin, bagaimana menghadapi masalah dan bagaimana menjadi seorang team leader. Ada juga latihan dasar yang bersifat kemiliteran, tetapi bukan militer murni,” ujar Abas.

Abas menegaskan latihan fisik dan kedisiplinan bukan menjadi tujuan utama LDKS. Menurutnya, kegiatan tersebut lebih diarahkan untuk membangun mental, karakter dan kemampuan siswa dalam menghadapi persoalan.

“Untuk baris-berbaris, lari dan latihan fisik akan didampingi pihak Polri dan Kodim. Jadi yang kita bangun bukan hanya fisiknya, tetapi juga bagaimana mereka memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja dalam tim,” katanya.

LDKS juga menjadi bagian dari upaya pembinaan pelajar agar terhindar dari berbagai persoalan, seperti kenakalan remaja, tawuran dan penyalahgunaan narkotika.

Abas berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Kita berharap menciptakan pemuda-pemuda yang tangguh, memiliki leadership, disiplin dan karakter untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang terjadi saat ini,” tuturnya.

Ia juga mendorong peserta untuk mengajak pelajar lain yang masih terlibat dalam kegiatan negatif agar beralih ke aktivitas yang lebih positif.

“Kalau kita lihat pemuda sekarang ada yang berada di jalur positif, ada juga yang negatif. Bagaimana mereka bisa merangkul kelompok yang kedua ini supaya berubah menjadi lebih baik. Itu yang kita harapkan dari LDKS ini,” kata Abas.

Melalui kegiatan tersebut, Disparpora Karawang menargetkan pengurus OSIS memiliki bekal kepemimpinan, kedisiplinan dan wawasan kebangsaan yang lebih kuat sehingga mampu menjadi teladan sekaligus penggerak kegiatan positif di sekolah masing-masing.

Writer: Nurul
Editor: Iqbal

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *