Kebijakan KDM Dinilai Rugikan Swasta, SMK Teknologi Karawang Minta Evaluasi Sistem PPDB

Kebijakan KDM Dinilai Rugikan Swasta, SMK Teknologi Karawang Minta Evaluasi Sistem PPDB. Foto : Yogi Kurnia.

KARAWANG, Jabartime.com – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang memperbolehkan jumlah siswa di sekolah negeri mencapai 50 orang per kelas, turut menjadi perhatian pihak sekolah swasta, termasuk SMK Teknologi Karawang.

Kepala SMK Teknologi, Herni Yuningsih, S.E., M.Pd., menyatakan bahwa meskipun kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan berada di luar ranah pihak swasta, namun dampaknya turut dirasakan oleh sekolah-sekolah non-negeri.

Read More

“Secara langsung kami memang tidak memiliki kewenangan untuk menolak, tetapi dari sisi pelaksanaan, kami merasakan imbasnya. Tahun ini banyak siswa yang awalnya sudah mendaftar di swasta, kemudian berpindah ke negeri yang masih membuka penerimaan hingga pertengahan Juli,” ujarnya, Jumat (25/07/25).

Menurut Herni, kondisi ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar keberadaan sekolah swasta tetap mendapat ruang untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa keberadaan sekolah swasta juga bagian dari sistem pendidikan nasional.

“Kami berharap ada keseimbangan dan sinergi antara sekolah negeri dan swasta. Tujuannya sama, mencerdaskan kehidupan bangsa. Jangan sampai keberadaan sekolah swasta justru makin terpinggirkan,” katanya.

Meski begitu, SMK Teknologi Karawang memilih untuk tetap fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Berbagai langkah dilakukan, seperti pelatihan guru, peningkatan kompetensi siswa, hingga pemberian beasiswa untuk siswa kurang mampu.

“Ini menjadi tantangan bagi kami. Maka kami terus berbenah, meningkatkan kualitas SDM guru, serta membuat suasana belajar yang kreatif dan menyenangkan. Kami ingin siswa datang karena kualitas, bukan hanya karena ketersediaan kursi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga tergabung dalam forum sekolah swasta dan telah menyampaikan masukan terhadap kebijakan tersebut melalui jalur organisasi. Namun bagi Herni, langkah konkret yang bisa dilakukan saat ini adalah menjaga kualitas dan keberlanjutan sekolah.

“Bagi kami, yang utama adalah tetap semangat menjalankan peran sebagai bagian dari penyelenggara pendidikan. Kami ingin terus menjadi pilihan bagi masyarakat, dan itu hanya bisa dicapai dengan mutu yang baik,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *