Minim Peminat, Capaian Program KB Pria di Karawang Masih Rendah

KARAWANG, JABARTIME.COM – Capaian program Keluarga Berencana (KB) untuk pria, khususnya Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi, masih tergolong rendah di Kabupaten Karawang.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang, Imam Bahana, menjelaskan bahwa minimnya peminat serta terbatasnya target dari pemerintah menjadi faktor utama.

Read More

“Kurangnya peminat membuat target pun rendah. Beberapa tahun lalu, target MOP bisa besar, tapi realisasinya tiap tahun cuma 4 sampai 5 orang. Akhirnya target dan anggarannya juga disesuaikan, hanya cukup untuk empat orang per tahun,” ujar Imam, Senin,(21/4/2025).

Imam menambahkan, sebenarnya permintaan terhadap MOP mulai menunjukkan tren peningkatan. Namun karena keterbatasan anggaran dari BKKBN pusat, pelayanan tetap dibatasi.

“Kadang ada 10 sampai 20 orang yang berminat, tapi karena anggaran hanya untuk empat, ya yang bisa dilayani cuma empat. Selebihnya, harus menunggu tahun depan,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru, jumlah peserta aktif MOP di Karawang saat ini hanya 211 orang. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan dengan total peserta aktif KB di Karawang yang mencapai 238.380 orang. Artinya, partisipasi pria dalam program KB dengan metode MOP hanya sekitar 0,088% dari total peserta aktif.

Imam juga memaparkan, salah satu tantangan utama dalam meningkatkan partisipasi pria dalam program KB adalah masih banyaknya stigma dan informasi keliru di masyarakat.

“Banyak yang takut impoten, padahal itu cuma rumor. MOP hanya memotong satu dari dua saluran di testis, tidak mengganggu fungsi seksual sama sekali,” tegasnya.

Selain stigma, Imam juga menyoroti persoalan pembiayaan. Ia menyebut bahwa meskipun layanan ini digratiskan untuk masyarakat, biaya operasional yang ditanggung pemerintah cukup besar.

“Masyarakat tahunya gratis, tapi sebenarnya pemerintah yang membiayai. Mulai dari jasa dokter, makan-minum, transport, hingga insentif kader yang membawa peserta, semua dibiayai. Untuk satu MOP saja, tahun ini anggarannya sekitar Rp700.000 per orang,” jelas Imam.

Ia juga menekankan pentingnya promosi dan edukasi agar masyarakat memahami bahwa MOP adalah metode kontrasepsi jangka panjang yang aman dan efektif.

“Apalagi bagi pasangan yang sudah tidak ingin menambah anak, ini bisa jadi solusi yang baik. Sayangnya masih banyak yang ragu karena hoaks dan mitos yang beredar.” Katanya.

Menutup pernyataannya, Imam mengingatkan bahwa peserta MOP akan terus tercatat sebagai peserta aktif KB hingga akhir hayat.

“Beda dengan metode untuk perempuan yang bisa DO (drop out) ketika menopause. MOP itu sekali seumur hidup, dan datanya tetap tercatat aktif sampai yang bersangkutan meninggal dunia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *