KARAWANG, JABARTIME.COM – Suasana tegang menyelimuti Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Senin (21/4/2025), ketika ratusan warga memadati halaman Kantor Desa. Mereka datang bukan sekadar berunjuk rasa – mereka datang membawa kekecewaan, kemarahan, dan harapan yang selama ini terabaikan.
Aksi besar – besaran ini merupakan akumulasi dari rasa frustrasi warga terhadap Kepala Desa Karangligar, Ersim, yang dinilai gagal total dalam memimpin dan menyelesaikan permasalahan krusial di desanya.
Tampak hadir di tengah kerumunan yang memanas, Kepala Bidang Administrasi Desa DMPD Karawang, Andri, serta Camat Telukjambe Barat, Arta. Namun, kehadiran pejabat ini tak cukup meredam api amarah yang sudah lama membara di dada warga.
Dari pantauan reporter, gelombang massa mulai berdatangan sekitar pukul 09.20 WIB. Mereka membawa spanduk dengan tulisan yang menggugah nurani: ‘Kemana Perginya Anggaran Desa?’, sebuah pertanyaan yang menggantung di udara, belum juga mendapat jawaban.
Dalam orasi-orasi yang bergemuruh, massa mendesak agar Ersim segera dicopot dari jabatannya. Tak hanya itu, mereka juga menuntut keterbukaan penuh soal anggaran desa sejak awal kepemimpinan Ersim.
“Empat tahun memimpin, tidak ada satu pun perubahan berarti! Bahkan kami tidak tahu ke mana uang desa ini mengalir,” ujar Narsam, salah satu perwakilan massa, dengan nada tajam yang menggema.
Ia melanjutkan dengan suara bergetar, “Lihat desa lain terang benderang soal anggaran. Kita? Bahkan bertemu Kepala Desa saja seperti menunggu hujan di musim kemarau. Kalau tidak sanggup memimpin, lebih baik mundur dengan hormat.”
Tuntutan warga bukan hanya tentang transparansi, tetapi juga soal rasa keadilan yang selama ini mereka rasakan terpinggirkan. Mereka mendesak agar Camat dan DPMD Karawang segera melakukan evaluasi total atas kinerja sang Kepala Desa.
Menanggapi hal tersebut, Camat Telukjambe Barat, Arta, menegaskan bahwa evaluasi akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Namun, ia juga menjelaskan bahwa pemberhentian kepala desa tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Ada prosedur yang harus dilalui, aturan yang mengikat. Tidak bisa serta-merta diberhentikan hanya karena desakan warga,” terang Arta dengan suara tenang, mencoba menenangkan situasi yang memanas.
Ironisnya, di tengah hiruk-pikuk teriakan warga yang mendambakan kejelasan, Kepala Desa Ersim justru memilih berdiam diri. Ia tidak keluar, tidak menemui warganya, tidak menjelaskan apa pun. Menurut pantauan reporter jabartime.com, Ersim hanya duduk di ruangannya, membisu dalam ketenangan yang mencolok di tengah gelombang kemarahan rakyat.
Saat dimintai keterangan, Kepala Desa Karangligar tetap bungkam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya sebuah sikap yang hanya menambah panjang daftar kekecewaan warganya.





