KARAWANG, JABARTIME.COM – Suasana tenang di Kelurahan Karawang Kulon, Kecamatan Karawang Barat, mendadak berubah mencekam saat kabar menggetarkan datang dari Sungai Citarum. Seorang pria bernama Nunu (34), warga setempat, dikabarkan tenggelam setelah nekat mengejar seekor biawak di tengah derasnya arus sungai.
Kejadian itu berlangsung pada Minggu sore, 20 April 2025. Nunu semula berpamitan kepada sang istri dengan niat sederhana, sekadar memancing bersama kerabat. Tak ada yang mengira, kepergian itu menjadi jejak terakhir sang suami yang tak kunjung kembali.
Sigit Haryanto, Kanit Basarnas Kabupaten Karawang, menjelaskan, tragedi itu bermula ketika korban tiba di lokasi dan mendapati seekor biawak yang melintas di tepi sungai. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menceburkan diri ke dalam air, berenang memburu hewan tersebut hingga ke tengah sungai.
“Menurut keterangan saksi, korban terlihat sangat antusias mengejar biawak itu. Namun saat memasuki tengah sungai, arus tiba-tiba menjadi lebih deras. Korban terseret,” ungkap Sigit pada Senin, 21 April 2025.
Kerabat yang menyaksikan kejadian itu sempat panik dan berupaya menolong. Namun, derasnya arus membuat mereka hanya bisa terpaku, menyaksikan tubuh Nunu menghilang ditelan sungai.
“Temannya sudah berniat menolong. Tapi melihat kondisi air yang sangat deras, ia tak mampu berbuat banyak. Korban terbawa arus dan menghilang,” lanjutnya dengan nada getir.
Hari pertama pencarian berakhir tanpa hasil. Di hari kedua, tim SAR memperluas pencarian dari Jembatan Poponcol hingga Jembatan Tumbal atau flyover Resinda. Meski permukaan air sudah mulai surut, tim khawatir korban telah terseret cukup jauh saat arus berada di puncak ketinggiannya.
“Kami akan terus mencari. Air memang surut, tapi jangkauan pencarian diperluas karena kemungkinan korban terbawa jauh sangat besar,” tutup Sigit dengan harapan yang masih menggantung di udara.
Kini, yang tersisa hanyalah doa dan harapan – bahwa pria yang hanya ingin memancing itu bisa segera ditemukan, dan keluarganya mendapat kepastian atas nasibnya.





