KARAWANG, Jabartime.com – Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Karawang kini tak lagi hanya menjadi tempat meminjam atau membaca buku. Setelah direhabilitasi dengan fasilitas yang lebih nyaman, perpustakaan mulai menjadi ruang alternatif bagi pelajar dan masyarakat untuk belajar, mengerjakan tugas, hingga sekadar menghabiskan waktu dengan suasana yang tenang.
Perubahan wajah perpustakaan tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Karawang mencatat kunjungan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pustakawan Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Karawang, Ghozi Robbani, mengatakan peningkatan itu tidak lepas dari pembenahan fasilitas dan promosi yang gencar dilakukan melalui media sosial.
“Alhamdulillah jumlah pengunjung meningkat sekitar 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Setelah perpustakaan direhabilitasi menjadi lebih nyaman dan kami aktif melakukan promosi melalui media sosial, masyarakat jadi semakin tahu bahwa Karawang memiliki perpustakaan umum yang layak dikunjungi,” ujar Ghozi, Senin,(20/7/2026).
Menurutnya, saat ini perpustakaan tidak hanya dimanfaatkan untuk membaca buku, tetapi juga menjadi tempat belajar dan berdiskusi, terutama bagi kalangan pelajar.
“Sekarang banyak pelajar datang bukan hanya untuk membaca, tetapi juga mengerjakan tugas, berdiskusi dengan teman, bahkan sekadar mencari tempat yang nyaman untuk belajar,” katanya.
Ghozi menjelaskan, mayoritas pengunjung berasal dari siswa SMA. Aktivitas di perpustakaan biasanya mulai ramai pada siang hingga sore hari setelah jam sekolah berakhir.
“Kalau pagi belum terlalu ramai. Biasanya mulai pukul 11.00 sampai sore, anak-anak sekolah berdatangan untuk belajar, membaca, atau mengerjakan tugas,” ujarnya.
Salah satu area yang paling diminati adalah ruang baca anak yang dilengkapi karpet dan area lesehan. Meski diperuntukkan bagi anak-anak, ruang tersebut juga banyak digunakan pengunjung dewasa karena dinilai lebih santai dan nyaman.
“Ruangan anak justru menjadi favorit. Banyak pengunjung memilih membaca sambil lesehan atau bersandar sehingga lebih nyaman dan tidak cepat lelah,” jelas Ghozi.
Menurutnya, penggunaan karpet juga membuat suasana perpustakaan lebih tenang karena mampu meredam suara langkah kaki pengunjung. Kondisi tersebut membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Ke depan, Disarpus Karawang akan terus memperluas promosi sekaligus mengembangkan layanan perpustakaan digital agar masyarakat semakin mudah mengakses koleksi bacaan.
“Kami akan terus mengikuti perkembangan teknologi melalui perpustakaan digital. Namun kami tetap ingin masyarakat datang langsung ke perpustakaan, karena suasana membaca, berdiskusi, dan belajar bersama di sini tentu memiliki pengalaman yang berbeda,” pungkasnya.





