KARAWANG, Jabartime.com — Puskesmas Karawang mengimbau para orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap diare pada anak di tengah cuaca ekstrem. Perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini dinilai dapat meningkatkan risiko diare, terutama jika tidak diimbangi dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat.Bidan Koordinator Puskesmas Karawang, Evy Mei, mengatakan sebagian besar kasus diare yang ditangani dipicu oleh kurangnya personal hygiene dan perubahan cuaca. Meski mayoritas kasus masih tergolong ringan, orang tua diminta tidak menunda penanganan karena diare dapat menyebabkan dehidrasi.
“Perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus diare. Karena itu, orang tua harus lebih memperhatikan kebersihan makanan, minuman, serta kebersihan tangan anak agar tidak mudah terpapar kuman penyebab diare,” ujar Evy Mei, Kamis (2/7/2026).
Ia mengingatkan, anak yang mengalami buang air besar (BAB) hingga tiga atau empat kali dalam waktu singkat sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
“Kalau misalkan anak sudah BAB tiga atau empat kali, kami anjurkan segera dibawa ke klinik, rumah sakit atau puskesmas terdekat. Kalau masih di rumah, langkah awal yang bisa dilakukan adalah memberikan oralit untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang,” katanya.
Menurut Evy, setelah pasien datang ke puskesmas, petugas akan melakukan screening untuk memastikan penyebab diare sebelum memberikan terapi yang sesuai.
“Kalau memang anak terdeteksi diare, kami akan melakukan screening terlebih dahulu untuk memastikan penyebabnya. Setelah itu, anak akan diberikan terapi, termasuk sirup zinc sebagai bagian dari penanganan diare,” jelasnya.
Ia menambahkan, petugas program diare juga akan memantau kondisi anak setelah pulang ke rumah. Pemantauan dilakukan mulai dari kepatuhan minum obat hingga perkembangan proses penyembuhan untuk memastikan anak tidak mengalami dehidrasi berat.
Selain penanganan, Puskesmas Karawang terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui pemberian imunisasi rotavirus kepada bayi mulai usia dua bulan sebagai bagian dari program Kementerian Kesehatan. Edukasi mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama juga terus diberikan kepada para ibu.
“Kami terus mengingatkan para ibu agar memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Selain itu, imunisasi rotavirus juga jangan sampai terlewat karena menjadi salah satu perlindungan bagi anak dari diare,” ujarnya.
Evy juga membagikan sejumlah langkah sederhana untuk mencegah diare, di antaranya membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air, mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih, menggunakan air bersih, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Jangan menunggu anak sampai lemas. Begitu diare muncul berulang, segera berikan oralit dan bawa ke fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan yang cepat dan tepat,” tutupnya.





