Dinkes Karawang dan P&G Intervensi 100 Balita untuk Cegah Stunting

Dinkes Karawang bersama P&G memberikan PDK kepada 100 balita bermasalah gizi untuk mencegah munculnya kasus stunting baru. Foto : Nurul Rahma Amalia

KARAWANG, Jabartime.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang bersama PT Procter & Gamble (P&G) Indonesia meluncurkan program pemberian Pangan Olahan Diet Khusus (PDK) untuk mencegah stunting.

Program tersebut diluncurkan di Pos Gizi Graha Puspita, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Senin (28/9/2026).

Read More

Sebanyak 100 balita bermasalah gizi menjadi sasaran program yang tersebar di tiga wilayah puskesmas, yakni Puskesmas Karawang Kota, Nagasari, dan Tanjungpura.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Karawang, Nurmala Hasanah, mengatakan program pemberian PDK telah berjalan sekitar empat minggu. Dari 100 balita penerima manfaat, sebanyak 69 persen menunjukkan peningkatan berat badan.

“Alhamdulillah baru satu bulan, sekarang ini sudah 69 persen dari 100 balita mengalami kenaikan berat badan,” kata Nurmala.

Menurutnya, pemberian PDK akan dilakukan selama tiga bulan. Selama program berlangsung, kondisi dan perkembangan berat badan balita dipantau secara berkala oleh masing-masing puskesmas.

“Setiap minggu puskesmas mengirimkan laporan ke Dinkes. Kemudian setiap dua minggu datanya kita kaji dan setiap bulan dilakukan monitoring dan evaluasi,” ujarnya.

Nurmala menjelaskan, sasaran program merupakan balita yang mengalami masalah gizi, tetapi belum masuk kategori stunting. Intervensi tersebut dilakukan untuk mencegah mereka mengalami stunting.

“Harapannya anak-anak ini tidak jatuh ke stunting dan tidak menjadi stunting baru di Kabupaten Karawang. Kita berharap ke depannya Kabupaten Karawang bisa zero new stunting,” katanya.

Dalam kegiatan peluncuran, sebanyak 50 balita bersama orang tuanya hadir. Sebanyak 11 balita juga mendapatkan penghargaan dari P&G karena menunjukkan perkembangan berat badan setelah memperoleh intervensi.

Program tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta TP PKK Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Direksi PT P&G Indonesia Syafa’at mengatakan dukungan terhadap program tersebut berasal dari aktivitas lari yang dilakukan karyawan P&G.

Setiap kilometer yang ditempuh karyawan dikonversikan menjadi dukungan susu PDK bagi balita penerima manfaat.

“Setiap kilometer yang mereka tempuh, itu kita berikan susu buat anak yang membutuhkan. Jadi sumbangannya atas nama karyawan A, B, C,” kata Syafa’at.

Dia mengatakan P&G telah mendukung berbagai kegiatan pencegahan stunting di Kabupaten Karawang selama beberapa tahun. Namun, program pemberian susu PDK untuk balita dalam kegiatan ini baru berjalan sekitar satu bulan.

“Kita akan tetap dukung kegiatan ini. Bagi kami penting memastikan anak-anak Indonesia ke depannya punya kesehatan yang baik dan perkembangan yang baik,” ujarnya.

Salah satu orang tua penerima manfaat, ibu dari Abiyan, mengaku sempat mengalami kendala saat pertama kali memberikan susu PDK kepada anaknya.

“Awalnya anak saya sempat mual dan diare. Kemudian dari puskesmas diberikan saran untuk menambahkan bahan lain dalam pemberian susu,” katanya.

Setelah menjalani pendampingan dan pemberian PDK secara bertahap, kondisi Abiyan mulai membaik.

“Dan minggu keempat, alhamdulillah anak saya jadi mau minum susu. Berat badannya juga semakin naik dan anak saya sehat,” ujarnya.

Program pemberian PDK tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki status gizi balita sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *