KARAWANG, Jabartime.com — Perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Karawang diminta berperan aktif membantu warga terdampak banjir yang merendam tujuh kecamatan 20 desa.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengungkapkan hal itu usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor BPBD Karawang, Rabu (21/1/2025).
“Seluruh perusahaan yang ada di Karawang jangan hanya diam. Coba turun ke lapangan, bareng dengan BPBD atau Dinas Sosial, bantu saudara-saudara kita yang kebanjiran,” ajak Aep.
Dijelaskannya, banjir yang terjadi sejak Minggu lalu sempat meluas, namun saat ini kondisi air sudah berangsur surut. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi banjir susulan.
Ia menginstruksikan seluruh OPD, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk terus memantau perkembangan di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan kondisi kembali memburuk.
Bupati Karawang juga mengapresiasi peran aktif Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah terlibat dalam penanganan bencana, baik melalui kerja langsung di lapangan maupun donasi dan penggalangan bantuan. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut turut memperkuat upaya penanganan banjir di Karawang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur, para ASN, dan seluruh pihak yang telah membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ucapnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkab Karawang juga membahas penanganan kesehatan warga terdampak, langkah-langkah mitigasi bencana, serta pemetaan lokasi prioritas yang membutuhkan normalisasi sungai.
“Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan BBWS untuk langkah-langkah teknis ke depan, termasuk penanganan rumah roboh yang menjadi skala prioritas untuk segera dibangun kembali,” kata Aep.
Sementara di sektor pendidikan, Aep menegaskan adanya peningkatan anggaran Dinas Pendidikan pada tahun ini dengan total alokasi sekitar Rp90 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp27 miliar dialokasikan ke seluruh daerah pemilihan (dapil), tidak hanya terfokus pada Dapil 2. Anggaran tersebut akan didistribusikan secara proporsional ke sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Klari, Cilamaya, Tempuran, hingga Telagasari.
“Tidak benar kalau hanya Dapil 2 yang diprioritaskan. Semua dapil mendapatkan bagian sesuai kebutuhan dan skala prioritas,” tegasnya.





