PASURUAN, Jabartime.com — Nestlé Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda pemerintah untuk menurunkan angka stunting melalui program Pendampingan Gizi, bagian dari inisiatif global Nestlé for Healthier Kids.
Tahun ini, program yang menyasar anak usia 1 hingga 4 tahun ini dimulai dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, dan akan dilanjutkan ke Batang (Jawa Tengah) serta Karawang (Jawa Barat).
Fokus utama adalah pemberian asupan protein hewani berupa satu gelas susu tinggi kalori DANCOW GroPlus dan satu butir telur setiap hari selama enam bulan.
“Upaya penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi Nestlé yang terus mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyediaan asupan gizi,” ujar Bupati Pasuruan H. Mochamad Rusdi Sutejo saat peresmian program di Kantor Bupati Pasuruan.
Direktur Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia, Sufintri Rahayu, menegaskan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sejak dini.
“Kami percaya setiap anak berhak mendapatkan awal kehidupan yang sehat. Intervensi sejak dini penting untuk memastikan anak tumbuh optimal secara fisik dan kognitif,” ujarnya.
Program ini menyasar lebih dari 630 anak berisiko stunting dan melibatkan sekitar 1.350 orang tua, kader posyandu, serta ibu hamil dan menyusui di lebih dari 95 desa.
“Nestlé Indonesia juga menggandeng akademisi dari Universitas IPB untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara ilmiah dan berkelanjutan,” terangnya.
Sejalan dengan target global Nestlé untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030, Nestlé Indonesia terus memperkuat kontribusinya lewat produk-produk bergizi yang telah difortifikasi, seperti DANCOW FortiGro, Nestlé CERELAC, MILO Activ-Go, dan KOKO KRUNCH. Hingga 2024, tercatat 2,99 miliar sajian produk Nestlé telah diperkaya mikronutrien penting untuk anak-anak Indonesia.
“Kami percaya, setiap anak berhak atas masa depan yang sehat dan penuh harapan. Melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan, kami ingin terus jadi bagian dari solusi.” tutupnya.
Market Nutritionist Lead Nestlé Indonesia, Jennifer Handaja, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan komunitas lokal menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Selain intervensi gizi, edukasi gizi kepada keluarga dan kader kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan perilaku hidup sehat jangka panjang,” ujarnya.
Kasifa, salah satu orang tua penerima manfaat program di Pasuruan, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia juga berharap program ini bisa terus dilakukan rutin sebab sangat berdampak positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah anak saya bisa ikut program ini. Semoga berat badannya bisa bertambah dan pertumbuhannya membaik,” tukasnya.





