KARAWANG, Jabartime.com – Tidak sekadar jadi tempat rekreasi, kehadiran Wisata Nusasari di Dusun Kompa, Desa Cimahi, Kecamatan Klari, kini digagas sebagai ruang edukatif dan pelayanan masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan launching wisata tersebut, Jumat (27/06/2025), yang digerakkan oleh kolaborasi pemuda dan organisasi lokal, khususnya PIK-R Tongkrus.
Berbeda dari peluncuran destinasi wisata pada umumnya, PIK-R Tongkrus hadir dengan konsep unik: menggabungkan wisata, edukasi, dan layanan kesehatan dalam satu acara. Pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan perencanaan keluarga menjadi bukti bahwa pembangunan pariwisata juga bisa membawa dampak sosial.
“Kami ingin membuktikan bahwa pemuda bisa hadir bukan hanya sebagai penonton dalam pembangunan desa, tapi sebagai penggerak perubahan yang berdampak langsung ke masyarakat,” kata Robby Komarudin, Ketua PIK-R Tongkrus.
“Untuk layanan pemeriksaan kesehatan sendiri bisa digelar berkat kerja sama dengan BEM FHS Horizon, mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), hingga kadar asam urat,” tambahnya.
Sementara itu, edukasi tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga juga diberikan kepada remaja dan orang tua oleh Duta GenRe. Penyuluhan ini mendapat perhatian khusus karena dikemas secara santai namun sarat makna.
“Edukasi seperti ini penting karena menyasar remaja yang merupakan generasi penerus. Mereka harus paham bagaimana merencanakan masa depan secara sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Robby, kolaborasi semacam ini harus terus dirawat, sebab pemuda desa sejatinya punya potensi besar untuk menjadi pelopor pembangunan berkelanjutan. Peluncuran Wisata Nusasari hanyalah awal dari cita-cita panjang membangun desa berbasis komunitas dan edukasi.
“Wisata bukan hanya soal tempat indah, tapi bagaimana tempat itu bisa memberi nilai tambah untuk masyarakat sekitar. Kami ingin Nusasari jadi ruang belajar, ruang sehat, dan ruang tumbuh bersama,” tutupnya.





