KARAWANG, Jabartime.com — Upaya menggerakkan budaya literasi di kalangan pelajar SMA swasta terus dilakukan di Kabupaten Karawang. Melalui kegiatan Gebyar Literasi yang diselenggarakan oleh Forum Kepala Sekolah Swasta Kabupaten Karawang, ratusan siswa diajak menyalurkan kreativitas menulis cerpen dan puisi hingga menghasilkan tiga buku antologi karya pelajar.
Ketua Pelaksana Gebyar Literasi, Agus Purwanto menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari kesepakatan bersama untuk menghidupkan literasi, khususnya di sekolah swasta. Dari ide tersebut, lahirlah lomba cipta cerpen dan puisi yang kemudian dikurasi menjadi buku.
“Dari kegiatan ini akhirnya terbit tiga buku. Yang pertama kumpulan cerpen bertema Jalan Hidup Generasi Z, yang kedua kumpulan puisi dengan tema kesehatan mental Di Balik Layar Gawai, dan satu lagi buku pribadi saya tentang cerpen dan puisi berjudul Langit-langit Makna di Ruang Kelas,” ujarnya.
Sebelum karya dibukukan, para siswa terlebih dahulu mendapatkan pendampingan intensif. Mereka dibina cara menulis cerpen dan puisi yang baik oleh dosen Unsika, Dian, serta penggiat puisi asal Bekasi, Willy. Pendampingan dilakukan selama empat hari, lalu dilanjutkan oleh guru pendamping di masing-masing sekolah.
“Setelah itu kami kumpulkan seluruh karya mereka menjadi antologi puisi dan cerpen, sampai akhirnya terbentuk tiga buku,” jelasnya.
Puncak kegiatan Gebyar Literasi digelar pada 31 Januari 2026 dengan agenda pemberian penghargaan kepada para penulis terbaik. Selain mengapresiasi karya sastra, kegiatan ini juga mengenalkan siswa pada dunia pemasaran buku.
“Hari ini kami berikan penghargaan untuk enam terbaik cerpen, enam terbaik puisi, dan enam terbaik tim pemasaran buku. Jadi selain belajar bahasa, mereka juga belajar bagaimana menjadi pemasar,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, panitia menghadirkan dosen President University, Suresh Kumar sebagai pembicara yang membekali siswa strategi memasarkan buku melalui lingkungan sekolah, rumah, hingga media sosial.
Hasilnya pun cukup membanggakan. Dalam waktu singkat, buku-buku antologi karya pelajar tersebut berhasil terjual sekitar 521 eksemplar dan tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Karawang.
“Walaupun belum bestseller, kami berharap 521 buku ini bisa menjadi penggerak literasi di dunia pendidikan Karawang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan Gebyar Literasi dapat dirutinkan setiap tahun. Menurutnya, selain melatih kemampuan menulis, ajang ini juga menguji mental dan kepercayaan diri siswa saat tampil dan dinilai langsung oleh dewan juri.
Sementara itu, Agus turut memaparkan pengalaman terbaik yang akan diterima oleh pembaca. Ia berkata buku-buku tersebut dinilai memiliki daya tarik kuat karena mengangkat keseharian Generasi Z.
Cerita-cerita yang ditulis kental dengan dunia gawai, media sosial, serta upaya anak-anak muda membagi waktu belajar dan memanfaatkan teknologi secara positif.
“Bahkan mereka memasarkan buku lewat akun TikTok dan media sosial. Ini menjadi pemantik agar ke depan, hobi bermedsos bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mendorong kemandirian mereka,” pungkasnya.





