Sedap dan Gurihnya Lontong Kari Ayam 322, Bikin Lidah Terus Bergoyang

0
259

BANDUNG, Jabartime.com – Menu Lontong kari ayam cukup mudah ditemui di beberapa pinggiran jalan Kota Bandung. Bahkan, lontong kari ayam ala pinggir jalan ini terhitung murah di kantong bagi pecinta kuliner nusantara.

Satu di antara sajian lontong kari ayam yang cukup terkenal dan banyak diburu di Kota Bandung adalah lontong Kari Ayam 322.

Lontong Kari Ayam 322, berlokasi di Jalan Pagarsih No 322, Sukahaji, Babakan Ciparay, Kota Bandung. Patokan lokasinya tidak jauh dari Toko Panahatan dan Toko Akuarium Aim Ekzya. Penjualan Lontong Kari Ayam 322 tidak mengunakan kios namun hanya menggunakan bahu jalan yang ditutupi tenda berwarna biru.

Di dalamnya, ada sejumlah kursi plastik berwarna biru dan meja panjang yang ditutupi triplek putih. Gerobaknya, tampak sederhana dengan balutan warna hijau dan putih. Di gerobaknya terdapat bahan makanan seperti kerupuk emping, kacang, lontong, dan suwiran ayam. Untuk kuah karinya, disajikan terpisah di dalam panci alumunium yang diletakkan di atas kompor.

Sajian lontong kari ayam sangat menggugah selera dengan kuah yang berwarna kuning kecokelatan, serta porsinya cukup banyak. Selain itu, di dalam kari ayam ada suwiran ayam, kacang, bawang goreng, telur, dan kerupuk kuning.

Lembutnya potongan lontong dan siraman kuah kari yang gurih akan membuat lidah kita tidak berhenti bergoyang. Ditambah telur rebus, kerupuk, kedelai goreng dan bawang goreng, membuat Lontong Kari Ayam 322 semakin nikmat disantap sebagai santapan pembuka hari.

Mmmh… cocok sekali bagi Anda yang ingin mengudap lontong untuk sarapan pagi.

Eulis, pemilik Lontong Kari Ayam 322, menuturkan, kunci kelezatan lontong kari ayam racikannya terletak pada kuah kari.

“Racikan bumbu rempah yang pas pada kuah karinya, membuat daging ayam semakin kuat cita rasanya,” ujar Eulis.

Eulis mengaku, perbedaan lontong kari ayam buatannya dengan yang lain, yaitu pada kuahnya yang tidak terlalu kental dan tidak “eneg”.

Untuk penyajiannya, Eulis mengatakan, menggunakan resep buatan ibunya, yang bisa dibilang resep turun temurun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here