Perajin Miniatur Perahu Khas Purwakarta

0
293

PURWAKARTA, Jabartime.com – Bicara soal kreatifitas, jauh dari ingar bingar kehidupan kota, tepatnya di Kampung/Desa Jatimekar, Kecamatam Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta ada seorang pria yang bisa di bilang berhasil mengolah potensi besar yang ada di dirinya itu. Dia, bisa mengolah hal kecil menjadi sebuah hal yang bermanfaat.

Adalah Arifin (44), ayah dua anak itu rela menanggalkan usaha bengkel sepeda motor yang sejak lama digeluti dan lebih memilih berkiprah dalam pembuatan cinderamata miniatur perahu tradisional khas Purwakarta.

Ketertarikan menjadi seorang perajin miniatur perahu tradisional ini, sebenarnya sudah ada sejak belasan tahun lalu. Namun, dirinya baru bisa menyalurkan bakat seni yang sudah lama terpendam ini sejak tujuh tahun terakhir. Karena, dalam hal ini dirinya tidak ingin hanya sebatas bisa mendatangkan keuntungan secara materi. Tapi, ingin juga produknya bisa bermanfaat bagi orang banyak.

“Bakat seni sih sudah ada sejak masih muda. Cuma dulu belum bisa mengembangkannya secara maksimal,” ujar pria berperawakan kecil ini di kediamannya.

Saat ini, kata dia, hasil kerajinanya itu sudah terkenal se-nusantara. Bahkan, banyak pesanan dari konsumen di luar kabupaten, provinsi, hingga luar negeri yang tak terlayani. Apalagi, saat ini miniatur perahu tradisioanl ini menjadi cinderamata khas Purwakarta.

Selain itu, sambung dia, saat ini dirinya fokus menyuplai miniatur perahu ini ke Galeri Menong yang didirikan oleh Pemkab Purwakarta. Jadi, mau tak mau dirinya harus selalu menyediakan hasil kerajinan tangannya ini.

Arifin mengaku, sangat terbantu dengan dibukanya Galeri Menong itu. Sebab, selain dipesan dari mulut ke mulut, hasil kerajinannya bisa terpampang di galeri tersebut. Namun, untuk sementara dirinya baru bisa menyuplai tujuh unit miniatur perahu saja.

Bagusnya kwalitas produk hasil kreasi tangan Arifin ini, ternyata tak hanya diakui masyarakat dari kalangan seniman saja. Pasalnya, sejak memulai karirnya dibidang kerajinan tangan ini, dirinya telah mendapat puluhan penghargaan. Salah satunya, dalam ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat beberapa waktu lalu, hasil kreasinya sempat mendapat posisi ketiga terbaik untuk jenis kerajinan sama dalam se-Provinsi Jawa Barat.

Dia pun sedikit bercerita soal cara dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam membuat miniatur perahu ini. Menurutnya, semua itu sangatlah sederhana. Untuk membuat bagian lambung perahu, dia memilih bahan dari jati tipis. Selain itu, peralatan yang digunakannya pun sangatlah sederhana. Cukup menyiapkan pisau, lem, dan gunting.

Alasan dirinya memilih bahan ini, karena selain mudah didapat dengan harga terjangku juga hasilnya sangat artistik. Untuk bahan bagian layar perahu, menggunakan kain khas suku Dayak yang terbuat dari kayu. Sedangkan, ornament pendukung berukuran kecil, seperti tiang tetap menggunakan bambu.

“Untuk bahan bakunya tidak ada di sini. Jadi, harus beli ke Bandung,” tambah dia.

Dia menambahkan, miniatur perahu tradisional yang dibuatnya ini ada berbagai macam dan ukuran. Yakni, dari mulai yang ukuran 70 centimeter sampai yang tiga meter. Termasuk harganya, dari yang termurah Rp 70 ribu sampai yang termahal Rp 8 juta.

“Untuk membuatnya, sangat butuh ketelitian. Untuk miniatur perahu berukuran 70 centimeter dalam sepekan hanya mampu empat buah. Sedangkan ukuran 10 centimer bisa 10 buah. Kalau yang lebih besar bisa berbulan-bulan,” jelas dia.

Adapun model yang digunakan dalam kerajinannya ini, yakni perahu model pinisi, perahu Majapahit, Borobudur dan lainnya. Jadi, tema yang dipakai dalam kerajinanya itu, yakni perahu khas nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here