Dedi Mulyadi : Alih Fungsi Lahan Berdampak Bencana Bagi Warga

0
229

PURWAKARTA, Jabartime.com – Faktor penyebab terjadinya bencana banjir salah satu adalah adanya alih fungsi lahan di daerah resapan air. Situ atau danau yang diketahui menjadi tempat penampungan air dan pengendali banjir, kini banyak yang di manfaatkan menjadi ajang bisnis.

Menurut Calon Wakil Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, situ dan danau sangatlah penting dalam tatanan kehidupan masyarakat, khususnya di Jawa Barat.

“Situ atau danau ini sebagai daerah resapan air. Sehingga, perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Dedi, melalui rilis yang diterima jabartime, Sabtu (21/04/2018).

Alih fungsi daerah resapan ini pun di dorong dengan pemodal yang menginginkan keuntungan di balik adanya situ dan danau. Seperti banyaknya bangunan di sekitar situ atau bisnis properti lainnya yang mengganggu resapan.

Hilangnya daerah resapan membuat air tidak dapat tertampung di satu tempat melainkan melebar ke sejumlah tempat termasuk pemikiman warga. Salah satu contoh dampak dari beralihkan fungsi resapan air. Diwilayah Karawang dan Bekasi. Hampir di setiap musim penghujan wilayah ini kerap di landa banjir. Selain dari aliran air yang kurang baik serta banyaknya bangunan baik perumahan dan industri.

Menurut dedi, kedepan kepemerintahan di tangannya akan mengintervensi soal keberadaan situ dan danau ini. Daerah tersebut, jangan dijadikan objek komersialisasi. Tetapi harus dilestarikan supaya situ bisa memberi manfaat bagi banyak orang.

“Jika saya dan Pak Demiz nanti terpilih, saya akan alokasikan anggaran di pemprov untuk kelestarian situ dan danau,” ujarnya saat syukuran menangkap ikan bersama ribuan warga di Situ Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Jangan sampai, situ dan danau beralih kepemilikan jadi milik perseorangan. Situ dan danau harus jadi aset pemerintah. Supaya, peran dan fungsinya jelas. Dengan begitu, tidak ada lagi situ yang beralih fungsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here